Serangan Panik
Image menu
Image logo
Image loupe
Login/Register
Beranda
Chat Bersama Dokter
Cari Dokter
Langganan
Alodokter Shop
Penyakit A-Z
Obat A-Z
Tanya Dokter
Privasi
Syarat & Ketentuan
Hubungi Kami
Tentang Kami
Serangan Panik
facebook twitter share to email line chat whatsapp
Serangan panik (panic attack) adalah kemunculan rasa takut atau gelisah yang berlebihan secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa menit hingga setengah jam.
Serangan panik ditandai dengan detak jantung yang bertambah cepat, napas pendek, pusing, tegang otot, atau gemetar. Kondisi ini bisa terjadi kapan pun, baik saat sedang beraktivitas maupun ketika beristirahat.
Panic Attack - alodokter
Serangan panik terjadi sesekali dan biasanya hilang dengan sendirinya bila situasi yang memicunya berakhir. Namun, serangan panik juga dapat terjadi secara berulang dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah gangguan panik.
Penyebab Serangan Panik
Saat seseorang mengalami serangan panik, otak memerintahkan sistem saraf untuk merespons dengan melawan atau menghindar (fight or flight). Tubuh kemudian akan menghasilkan zat kimia, seperti adrenalin, yang memicu peningkatan detak jantung, frekuensi napas, dan aliran darah ke otot.
Serangan panik muncul saat tubuh mempersiapkan respons untuk melawan atau menghindar meski tidak ada situasi yang genting atau berbahaya. Seseorang bahkan dapat mengalami kondisi ini dalam situasi yang tidak terduga, misalnya ketika sedang menonton televisi atau tertidur.
Belum diketahui secara pasti penyebab dari serangan panik. Namun, ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, di antaranya:
Stres berkelanjutan, yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak zat kimia pemicu stres, seperti adrenalin
Trauma atau pengalaman yang membuat diri sangat tertekan
Pengendalian amarah yang buruk sehingga lebih rentan mengalami stres
Perubahan suasana secara tiba-tiba maupun mengalami sensory overload, misalnya masuk ke lingkungan yang ramai dan penuh sesak
Masalah kehidupan, misalnya perceraian atau masalah keuangan
Faktor genetik atau riwayat serangan panik dalam keluarga
Perubahan tertentu pada fungsi di beberapa bagian otak
Konsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh, secara berlebihan
Aktivitas fisik yang terlalu berat
Gejala Serangan Panik
Serangan panik biasanya terjadi secara tiba-tiba dan dapat berlangsung di situasi apa pun. Berikut ini adalah beberapa gejala yang menyertai serangan panik:
Berkeringat secara berlebihan
Gelisah atau berpikir yang tidak masuk akal
Takut yang berlebihan
Mulut kering
Otot menjadi tegang
Gemetar atau mengigil
Sesak napas
Jantung berdebar
Kram perut
Nyeri dada yang umumnya dirasakan di dada sebelah kiri
Mual
Mati rasa atau kesemutan
Keinginan untuk BAB atau BAK
Telinga berdengung
Sakit kepala
Pusing atau pingsan
Serangan panik dapat berlangsung selama 5–20 menit, tetapi bisa juga terjadi secara berkesinambungan selama beberapa jam. Frekuensi terjadinya serangan panik ini tergantung pada tingkat keparahan kondisinya.
Setelah serangan panik, penderita dapat mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini juga menyisakan rasa takut serangan akan kembali terjadi. Akibatnya, penderita akan menghindar dari situasi yang dapat memicu serangan panik.
Komentar
Posting Komentar